INDEK PEMBANGUNAN MANUSIA
BAB I
INDEK PEMBANGUNAN MANUSIA
1.1
Pengertian IPM
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan pengukuran
perbandingan dari harapan hidup, pendidikan, dan standar hidup untuk semua
negara. IPM digunakan sebagai indikator untuk menilai aspek kualitas dari
pembangunan dan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara termasuk negara
maju, negara berkembang, atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur
pengaruh dari kebijakan ekonomi terhadap kualitas hidup.
IPM diperkenalkan oleh salah satu lembaga dari Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). UNDP mencoba memeringkat semua negara dari skala 0 (terendah) sampai 1 (tertinggi) dalam hal pembangunan manusia di negara tersebut. Sejumlah premis penting dalam pembangunan manusia diantaranya :
- Pembangunan harus mengutamakan penduduk sebagai pusat perhatian.
- Pembangunan dimaksudkan untuk memperbesar pilihan-pilihan bagi penduduk, tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan mereka. Oleh karena itu konsep pembangunan manusia harus terpusat pada penduduk secara keseluruhan, dan bukan hanya pada aspek ekonomi saja.
- Pembangunan manusia memperhatikan bukan hanya pada upaya meningkatkan kemampuan (kapabilitas) manusia tetapi juga dalam upaya- upaya memanfaatkan kemampuan manusia tersebut secara optimal.
- Pembangunan manusia didukung oleh empat pilar pokok, yaitu: produktifitas, pemerataan, kesinambingan, dan pemberdayaan.
- Pembangunan manusia menjadi dasar dalam penentuan tujuan pembangunan dan dalam menganalisis pilihan-pilihan untuk mencapainya.
Komponen yang diukur dalam IPM:
- Income (pendapatan per kapita)
- Expectation of life (angka harapan hidup)
- Years of scholly (pendidikan)
- Elitaration rate (tingkat buta huruf)
IPM dibagi menjadi 4 kategori :
- Very high human development untuk urutan 1 sampai 47.
- High human development untuk urutan 48 sampai 94.
- Medium human development untuk urutan 95 sampai 141.
- Low human development untuk urutan 142 sampai 187
Manfaat dari IPM :
- Mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk),
- Menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara, dan
- Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).
Bagi negara-negara di dunia saat ini, keberhasilan
pembangunan yang mereka jalankan tidak hanya dinilai dari besarnya Produk
Domestik Bruto (PDB) yang mereka miliki, tetapi juga dari seberapa berhasil
mereka membangun kualitas sumberdaya manusia masyarakatnya yang dicerminkan
melalui IPM.
- Penilaian IPM berdasarkan tiga tujuan akhir dari pembangunan :
- Masa hidup yang diukur dengan angka harapan hidup,
- Pengetahuan yang dinilai berdasarkan kemampuan baca tulis dan rata-rata tahun bersekolah, serta
- Standar kehidupan yang diukur dengan pendapatan riil per kapita yang disesuaikan dengan paritas daya beli
1.2 Angka
harapan hidup
Angka harapan hidup penduduk adalah rata-rata
kesempatan atau waktu hidup yang tersisa. Usia harapan hidup bisa diartikan
pula dengan banyaknya tahun yang ditempuh penduduk yang masih hidup sampai umur
tertentu. Dalam hal ini berdasarkan serangkaian Age Specific Rate atau
rata-rata umur spesifik dari kematian, besar kecilnya usia harapan hidup suatu
generasi sangat dipengaruhi oleh banyaknya penduduk yang mampu melewati umur
tertentu, dan banyaknya penduduk yang dilahirkan hidup dari suatu generasi
sampai mencapai umur tertentu . Harapan hidup berbeda dengan lama hidup,
lama hidup atau panjang hidup yakni jumlah tahun maksimum penduduk untuk dapat
hidup. Berbeda dengan harapan hidup, lama hidup antara penduduk suatu negara
atau daerah dengan daerah lainnya tidak berbeda karena umur manusia ada batas
maksimumnya.
Dimensi Kesehatan
Faktor-faktor yang mempengaruhi angka harapan hidup, terdiri atas :
1. Hal yang
mempengaruhi kelangsungan hidup lebih lama
Penyebab panjangnya umur manusia, tergantung dari beberapa factor :
- Pola Makan
- Penyakit bawaan dari lahir/penyakit degenerative
- Lingkungan Tempat Tinggal
- Strees Atau Tekanan
2. Faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhi dan
berhubungan dengan usia harapan hidup
Terdiri atas :
a). Gizi
Melewati kehidupan di dunia hingga usia 100 tahun mungkin menjadi harapan sebagian manusia. Mereka berpendapat bahwa dengan semakin panjang umur semakin banyak hal-hal yang dapat dilakukan, terlepas itu perbuatan yang baik maupun buruk. Penyebab panjangnya umur manusia, diluar soal takdir tentunya, tergantung dari beberapa faktor. Tapi yang paling berpengaruh adalah pola makan. Mereka yang mempunyai kesempatan untuk menikmati hidup lebih lama ini adalah orang-orang yang sangat memperhatikan pola makannya. “Mereka mengurangi konsumsi kalori ke dalam tubuhnya.
b). Merokok
Merokok mengurangi usia harapan hidup rata-rata 10
tahun. Atau kalau anda tidak merokok berarti menambah usia harapan hidup
rata-rata 10 tahun. Demikian antara lain hasil penelitian selama 50 tahun di
Inggris mengenai dampak merokok terhadap kesehatan. Hasil penelitian yang
dimuat di Jurnal Kesehatan Inggris ini menunjukkan, terdapat 20 penyakit yang
terkait dengan kebiasaan merokok
Penelitian terlama tentang dampak merokok terhadap
kesehatan menunjukkan bahwa rata-rata perokok meninggal dunia 10 tahun lebih
cepat dibanding mereka yang tidak merokok. Penelitian ini dimulai 50 tahun lalu
ketika untuk pertama kalinya muncul kaitan antara merokok dan kanker paru-paru.
Temuan ini sangat penting untuk mendorong orang
berhenti merokok. Penelitian ini melibatkan sekitar 35 ribu dokter di Inggris
yang lahir antara tahun 1900 dan 1930. Para ilmuwan memantau kebiasaan merokok
mereka selama lebih dari 50 tahun. Dan data paling akhir menunjukkan resiko
yang ada jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Mereka yang berhenti merokok pada usia 60 tahun, bisa
meningkatkan harapan hidup selama tiga tahun. Sementara bila seseorang berhenti
merokok pada usia 30 tahun, berbagai dampak negatif terhadap kesehatan bisa
diminimalkan.
Ada sekitar 20 penyakit yang terkait dengan merokok
ini, antara lain penyakit jantung, stroke, dan berbagai macam kanker. Di negara
berkembang dewasa ini, semakin banyak orang merokok. Sejak penelitian ini
dilakukan, diperkirakan 100 juta orang meninggal di seluruh dunia akibat
merokok.
c). Menapause
Keberhasilan pembangunan termasuk pembangunan
kesehatan telah meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat antara lain
meningkatnya umur harapan hidup (UHH) di Indonesia dari tahun ke tahun.
Disamping itu terjadi pula pergeseran umur menopause dari 46 tahun pada tahun
1980 menjadi 49 tahun pada tahun 2000.
Jumlah dan proporsi penduduk perempuan yang berusia
diatas 50 tahun dan diperkirakan memasuki usia menopause dari tahun ke tahun
juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Berdasarkan Sensus Penduduk
tahun 2000 jumlah perempuan berusia diatas 50 tahun baru mencapai 15,5 juta
orang atau 7,6% dari total penduduk, sedangkan tahun 2020 jumlahnya diperkirakan
meningkat menjadi 30,0 juta atau 11,5% dari total penduduk.
Pada usia 50 tahun, perempuan memasuki masa menopause
sehingga terjadi penurunan atau hilangnya hormon estrogen yang menyebabkan
perempuan mengalami keluhan atau gangguan yang seringkali mengganggu aktivitas
sehari-hari bahkan dapat menurunkan kualitas hidupnya. Padahal estrogen
tersebut mempunyai manfaat yang beragam, sehingga menurunnya produksi hormon
akan berpengaruh terhadap beberapa perubahan penting dalam tubuh.
Gejala-gejala awal yang menandakan kurangnnya kadar
estrogen
- Wajah
kemerahan
- Keringat pada
malamm hari
- Rasa sakit
dan nyeri (nyeri tulang dan sendi)
- Kekeringan
didaerah vagina
- Masalah
kandung kemih
- Hubungan
seksual yang menimbulkan rasa nyeri
- Kulit kering
- Gangguan
tidur
- Emosi yang
mudah berubah-rubah
- Perdarahan
menstruasi yang tidak teratur
- Gejolak panas
di dada dan muka (hot flushes)
- Sakit kepala
- Mudah pingsan
- Depresi
- Daya ingat
menurun
- Sulit
konsentrasi
- Penyakit
jangka panjang seperti tulang keropos (osteoporosis), jantung koroner,
stroke, kanker usus besar.
Menopause dapat diatasi dengan Terapi penggantian
hormon (TPH) yang bertujuan untuk mengganti hormon yang mulai menghilang agar
efek-efek menopause dapat diatasi. Berkonsultasi pada ahli kandungan untuk
membantu mempertimbangkan risiko TPH dan menemukan penanganan yang paling
tepat.
Olahraga merupakan hal yang penting, tidak saja untuk
kesehatan umum anda, tetapi juga memperbaiki densitas/kepadatan tulang anda dan
menghilangkan gejala-gejala menopause.
d). Osteporosis
Seiring meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia,
masalah osteoporosis/tulang keropos perlu mendapat perhatian serius. Semakin
tua seseorang, semakin mudah terserang osteoporosis. Orang lanjut usia
merupakan sasaran paling sering terkena osteoporosis. Ketika perempuan mencapai
usia 80 tahun, ia mengalami resiko 40% mengalami 1 atau lebih patah tulang
belakang. Data dunia juga menyebutkan satu dari tiga wanita beresiko terkena
osteoporosis. Kunci utama untuk melawan kerapuhan tulang adalah dengan
memperhatikan gaya hidup, pola makan, dan aktivitas fisik.
1.3 Tingkat
Pendidikan
Salah satu komponen pembentuk IPM
adalah dari dimensi pengetahuan yang diukur melalui tingkat Pendidikan. Dalam
kamus besar bahasa indonesia tingkat pendidikan adalah tahap yang berkelanjutan
yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembagan para peserta didik, keluasaan
bahan pengajaran, dan tujuan pendidikan yang dicantumkan dalam kurikulum. Jadi
dapat simpulkan bahwa tingkat pendidikan adalah suatu proses peserta didik
dalam meningkatkan pendidikan sesuai dengan jenjang yang akan di tempuhnya
dalam melanjutkan pendidikan yang ditempuh. Tingkat pendidikan ditempuh secara
manajerial atau terorganisir. Dalam hal ini, indikator yang digunakan adalah
rata-rata lama sekolah (mean years of schooling) dan angka harapan lama
sekolah. Pada proses pembentukan IPM, rata-rata lama sekolah memiliki bobot
sepertiga dan harapan lama sekolah diberi bobot dua pertiga, kemudian
penggabungan kedua indikator ini digunakan sebagai indeks pendidikan sebagai
salah satu komponen pembentukan IPM.
Rata-rata lama sekolah mengambarkan
jumlah tahun yang digunakan untuk penduduk usia 15 tahun ke atas dalam
menjalani pendidikan formal. Perhitungan rata- rata
lama sekolah menggunakan dua batasan yang dipakai sesuai kesepakatan beberapa
negara. rata-rata lama sekolah memiliki batas maksimumnya 15 tahun dan batas
minimum sebesar 0 tahun. Angka harapan lama sekolah adalah lamanya sekolah
(dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu dimasa
mendatang. Angka harapan lama sekolah dihitung untuk penduduk berusia 7 tahun
ke atas. Seperti halnya rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah juga
menggunakan batasan yang dipakai sesuai kesepakatan beberapa negara. Batas
maksimum untuk angka harapan lama sekolah adalah 18, sedangkan batas minimumnya
0 (nol).
Indikator
Tingkat Pendidikan Menurut UU SISDIKNAS No. 20 (2003), Indikator tingkat
pendidikan terdiri dari jenjang pendidikan dan kesesuaian jurusan. terdiri
dari:
a.
Jenjang pendidikan
1)
Pendidikan dasar: Jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama
masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
2)
Pendidikan menengah: Jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.
3)
Pendidikan tinggi: Jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup
program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh
perguruan tinggi.
b.
Kesesuaian jurusan adalah sebelum karyawan direkrut terlebih dahulu perusahaan
menganalisis tingkat pendidikan dan kesesuaian jurusan pendidikan karyawan
tersebut agar nantinya dapat ditempatkan pada posisi jabatan yang sesuai dengan
kualifikasi pendidikannya tersebut. Dengan demikian karyawan dapat memberikan
kinerja yang baik bagi perusahaan. Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan
yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang
akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan, terdiri dari:
a.
Pendidikan formal indikatornya adalah jenjang pendidikan terakhir yang
ditamatkan oleh pekerja, dan kesesuaian jurusan.
b.
Pendidikan non formal indikatornya indikatornya relevansi pendidikan nonformal
yang pernah diikuti dengan pekerjaan sekarang.
c.
Pendidikan informal indikatornya sikap dan kepribadian yang dibentuk dari
keluarga dan lingkungan.
1.4 Menghitung
Indeks Pembangunan Manusia
Setiap komponen IPM distandardisasi dengan nilai
minimum dan maksimum sebelum digunakan untuk menghitung IPM. Rumus yang
digunakan sebagai berikut.
Dimensi Kesehatan
Dimensi Pendidikan
Dimensi Pengeluaran
Menghitung Indeks Pembangunan Manusia
IPM dihitung sebagai rata-rata geometrik dari indeks
kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran
Dengan
menggunakan rumus tersebut, kita bisa melihat sejauh mana peningkatan kualitas
pembangunan manusia dari tahun ke tahun. Sehingga akan terukur apakah proses
pembangunan manusia di Indonesia dikatakan berangsur naik atau justru turun.
1.5 Mengukur
Keberhasilan Pembangunan Manusia
Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) adalah merupakan
salah satu alat ukur yang dapat merefleksikan status pembangunan manusia.
United Nations Programme (UNDP) sejak tahun 1990 menggunakan IPM untuk mengukur
upaya pencapaian pembangunan manusia suatu negara dan mempublikasikannya dalam
laporan tahunan Human Development Report (HDR). IPM merupakan suatu indeks
komposit yang mencakup tiga bidang pembangunan manusia yang dianggap sangat
mendasar, yang digunakan sebagai indikator yaitu (i) bidang kesehatan : usia
hidup (logetivity) ; (ii) bidang pendidikan : pengetahuan (knowledge) ; dan
(iii) bidang ekonomi : standar hidup layak (decent living).
1.
Usia Hidup
Pembangunan
Manusia , atau upaya untuk memperbesar pilihan-pilihan bagi penduduk, harus
terlebih mengupayakan agar penduduk dapat mencapai usia hidup yang panjang dan
sehat. Sebenarnya banyak indikator yang dapat digunakan untuk mengukur usia
hidup, tetapi dengan pertimbangan ketersediaan data secara global dipilih
indikator angka harapan hidup waktu lahir (life expantancy at birth) yang bisa dinotasikan
dengan eo. Angka kematian bayi (IMR) tidak digunakan untuk keperluan itu karena
indikator itu dinilai tidak peka bagi negara-negara industri yang telah maju.
Seperti halnya IMR, eo sebenarnya mereflesikan seluruh tingkat pembangunan dan
bukan hanya bidang kesehatan. Dalam suatu negara yang tidak memiliki sistem
vital registrasi yang baik seperti Indonesia eo dihitung dengan metode tidak
langsung. Metode ini menggunakan dua macam data dasar yaitu rata-rata anak yang
dilahirkan hidup dan rata-rata anak yang dilahirkan masih hidup. Prosedur
perhitungan eo dengan metode itu hanya efesien jika dilakukan dengan dengan menggunakan
Mortpak Lite atau software lainnya. Sebagai catatan, eo yang diperoleh dengan
metodetidak langsung merujuk pada keadaan 3-4 tahun dari tahun survei. Sejauh
ini ada tiga macam data yang dapat digunakan untuk memperoleh dua macam data
dasar tersebut yaitu Sensus Penduduk (SP), Survei Penduduk Antar Sensus
(Supas), dan Ssurvei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Periodisasi SP dan Supas
adalah 10 tahunan, sedangkan periodisasi adalah tahunan. Sebagai catatan hasil
perhitungan eo untuk tingkat kabupaten/kodya dari sumber-sumber data tersebut
(khususnya Susenas) selalu harus dievaluasi secara cermat sebelum digunakan.
2.
Pengetahuan
Selain
usia hidup, pengetahuan juga diakui secara luas sebagai unsur mendasar dari
pembangunan manusia. Dengan pertimbangan ketersediaan data, pengetahuan diukur
dengan dua indikator yaitu angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah.
Sebagai catatan UNDP dalam publikasi tahunan HDR sejak 1995 mengganti rata-rata
lama sekolah denga partisipasi sekolah dasar, menengah dan tinggi sekalipun
diakui bahwa indicator yang kedua diakui kurang sesuai sebagai indikator
dampak. Penggantian diakui semata-mata karena sulit memperoleh data rata-rata
lama sekolah secara global, suatu kesulitan yang bagi keperluan internal
Indonesia dapat diatasi dengan tersedianya data Susenas Kor. Indikator angka
melek huruf dapat diperoleh dari variabel kemampuan membaca dan menulis. Pengolahannya
dapat dilakuakan dengan yaitu: tingkat/kelas yang sedang/pernah dijalani, dan
jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Perhitungan rata-rata lama
sekolah dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal dihitung lama sekolah untuk
masing-masing individu dengan menggunakan pola hubungan antar variabel-variabel
tersebut. Pada tahap berikutnya dihitung rata-rata lama sekolah aggregat.
3.
Standar Hidup Layak
Selain
manusia hidup, dan pengetahuan unsur dasar pembangunan manusia yang diakui
secara luas adalah standar hidup layak. Banyak indikator alternatif yang dapat
digunakan untuk mengukur unsur ini. Dengan mempertimbangkan ketersediaan data
secara internasional UNDP memilih GDP per kapita riil yang telah disesuaikan
(adjusted real GDP per capita) sebagai indikator standar hidup layak. Berbeda
dengan indikator untuk kedua unsur IPM lainnya, indikator standar hidup layak
diakui sebagai indikator input, bukan indikator dampak, sehingga sebenarnya
kurang sesuai sebagai unsur IPM. Walaupun demikian UNDP tetap mempertahankannya
karena indikator lain yang sesuai tidak tersedia secara global. Selain itu
dipertahankannya indikator inipun juga merupakan argumen bahwa selain usia
hidup dan mengetahui masih banyak variabel input yang pantas diperhitungkan
dalam perhitungan IPM. Dilemanya, memasukan banyak variabel atau indikator akan
menyebabkan indikator komposit menjadi tidak sederhana. Dengan alasan itu maka
GDP riil per kapita yang telah disesuaikan dianggap mewakili indikator input
IPM lainnya. Untuk keperluan perhitungan IPM propinsi atau kabupaten/kodya data
dasar PDRB perkapita tidak dapat digunakan untuk mengukur standar hidup layak
karena bukan ukuran ukuran yang peka untuk mengukur data belimenjumlahkan kasus
berkode 1 (dapat membaca dan menulis) dan berkode 2 (dapat membaca dan menulis
huruf lainnya), kemudian membandingkannya dengan jumlah seluruh kasus. Seperti
halnya angka melek huruf, rata-rata lama sekolah dihitung dengan pengolahan
tagulasi data Susenas Kor. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan data
variabel secara simultan, penduduk (yang merupakan fokus IPM). Sebagai
penggantinya digunakan konsumsi per kapita riil yang telah disesuaikan untuk
keperluan yang sama. Sumber data yang digunakan adalah Susenas (Kor dan Modul).
Berikut ini adalah data basis indikator IPM.