INVESTASI DAN MANFAAT INVESTASI SERTA DAMPAK DENGAN ADANYA INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

 BAB 9

INVESTASI DAN MANFAAT INVESTASI SERTA DAMPAK DENGAN ADANYA INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI


1.1  Pengertian Investasi

    Investasi adalah suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak, dengan harapan pada waktu nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia investasi berarti penanaman uang atau modal pada suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Secara umum investasi dapat diartikan sebagai meluangkan atau memanfaatkan waktu, uang atau tenaga demi keuntungan/manfaat pada masa datang. Jadi, investasi merupakan membeli sesuatu yang diharapkan pada masa yang akan datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi dari semula.

    Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik. Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus


Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya 

Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, di mana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.


1.2  Perbedaan antara Menabung dengan Investasi

    Menabung dan investasi adalah dua hal yang berbeda. Menabung merupakan menyimpan uang untuk kebutuhan jangka pendek yang bisa dicairkan atau diambil kapan pun, sedangkan investasi merupakan proses mengembangkan uang dengan tujuan jangka panjang. Menabung biasanya menghasilkan pengembalian lebih rendah, tetapi hampir tanpa risiko. Sedangkan, investasi memberi kesempatan investor untuk mendapat pengembalian lebih tinggi, walau risiko kerugiannya pun besar. Menabung adalah kegiatan menyimpan uang untuk pengeluaran atau kebutuhan di masa depan. Umumnya, uang yang ditabung bisa diambil kapan saja dalam waktu relatif cepat ketika kamu butuh tunai segera. Akan tetapi, menabung dapat pula digunakan untuk jangka panjang guna memastikan masih ada uang buat dipakai di masa depan. Orang yang menabung uangnya, biasanya memilih menyimpan di bank berisiko rendah. Apabila ingin memaksimalkan penghasilan, tak jarang orang memilih rekening tabungan dengan persentase hasil tahunan tertinggi yang bisa diperoleh. Tentu saja, untuk memperolehnya penabung perlu memenuhi syarat saldo minimum di rekening. Di sisi lain, investasi sedikit mirip dengan menabung karena sama-sama kegiatan menyimpan uang untuk masa depan. Bedanya, investasi akan membuat uang bertumbuh, tergantung instrumen investasinya, apakah itu saham, obligasi, atau reksa dana.

 

1.3  Macam-macam Investasi

1.      Investasi Reksadana

Reksadana adalah jenis investasi yang bisa dikatakan paling cocok untuk para pemula yang masih ingin belajar berinvestasi, tapi tetap terhindar dari risiko tinggi dan menghasilkan cuan. Banyak perusahaan yang menyediakan investasi reksa dana menawarkan modal awal dengan biaya yang sangat rendah mulai dari Rp10.000 – Rp100.000 ribu saja. Selain itu, kamu tidak perlu memantau setiap saat karena dana yang kamu keluarkan sudah dikelola oleh manajer investasi.

2.      Investasi Saham

Saat ini, investasi saham menjadi instrumen paling populer tidak hanya di Indonesia tapi juga di banyak negara lainnya. Dengan cara membeli dan menjual saham secara tepat, kamu bisa berpotensi mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat dari modal awal kamu. Bahkan bisa dikatakan, saham saat ini menjadi satu-satunya instrumen investasi yang bisa berikan keuntungan paling tinggi dari jenis investasi lainnya. Namun, bermain saham tidak sesederhana beli dan jual saham saja. Ada strategi dan manajemen yang apik didalamnya agar bisa meminimalisir risiko dan memaksimalkan keuntungan.

3.      Investasi Emas

Emas dan logam mulia merupakan salah satu instrumen investasi yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia dari dulu hingga kini. Investasi ini juga cocok bagi Anda yang ingin memiliki investasi jangka panjang yang cenderung aman karena harga emas dan logam mulia akan terus naik. Investasi emas juga bisa dikatakan sebagai investasi dengan modal yang murah, jika melakukannya secara online dan menggunakan sistem menabung emas. Kamu bisa menabung emas dimulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah.

4.      Obligasi

Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun panjang yang dapat dipindahtangankan. Surat utang ini berisi janji dari pihak penerbit untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi utang pokok pada waktu yang sudah ditentukan kepada pemegang obligasi. Imbalan bunga yang diterima oleh pemegang obligasi adalah kupon. Obligasi adalah investasi yang cocok dicoba jika kamu menginginkan investasi yang aman dan dijamin oleh pemerintah. Karena risiko terjadinya gagal bayar pada investasi obligasi cukup minim.

5.      Deposito Berjangka

Deposito berjangka memiliki bunga yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan tabungan biasanya. Selain itu, deposito berjangka memiliki tanggal jatuh tempo yang jelas, biasanya 3 – 12 bulan. Meskipun keuntungan yang didapat dari investasi ini tidak sebesar saham, reksadana dan emas. Tapi deposito berjangka merupakan investasi yang tahan inflasi dan tentunya keamanannya sangat dijamin oleh pihak bank. Intinya jika ingin berinvestasi deposito berjangka jika ingin untung lebih besar, artinya kamu juga semakin besar pula nominal uang yang dimasukan sebagai deposito.

6.      Investasi Properti

Jika kamu memiliki modal yang cukup besar mulai dari ratusan juta. Kamu bisa langsung berinvestasi properti sekalian. Seperti yang diketahui, tanah dan bangunan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan. Investasi property juga dikenal sebagai investasi minim risiko dan jaminan keuntungan yang tinggi. Karena property merupakan kebutuhan dasar dari banyak orang, jadi tidak mungkin tidak ada properti yang tidak terjual. Dalam berinvestasi property kamu tidak harus menempatinya, kamu bisa bisa menyewakan properti tersebut, dan tetap menghasilkan meskipun ditinggal tidur.

7.      Asuransi Unit Link

Asuransi unit link atau asuransi yang berbasis investasi ini merupakan penggabungan dari 2 produk, yakni asuransi dan dana kelolaan seperti reksa dana. Umumnya, premi yang akan Anda bayarkan dikonversikan dalam bentuk unit. Uni inilah yang akan dibagi menjadi 2 jenis, yakni untuk membayar biaya asuransi dan untuk diinvestasikan. Jadi premi yang dibayarkan biasanya lebih tinggi dari produk investasi lainnya. Investasi unit link cocok untuk kamu yang tidak hanya ingin berinvestasi tapi juga bisa mendapatkan benefit Asuransi. Baik itu Asuransi untuk melindungi kesehatan fisik dan jiwa dan berbagai hal tidak terduga yang bisa terjadi dimasa depan.

8.      Peer to Peer Lending

Meski masih terbilang baru, tapi peminat dari investasi ini sudah cukup banyak lho! Ini karena telah banyak perusahaan berbasis fintech lending yang menjalankan model bisnis ini. Dalam peer to peer lending, pada dasarnya Anda meminjamkan sejumlah uang kepada pihak yang membutuhkan, baik individu maupun badan usaha. Dengan investasi P2P Lending, maka investor akan menerima pengembalian pokok pinjaman dan bunga atas pinjaman tersebut. Itu kenapa investasi P2P Lending menjadi instrument favorit terbaru karena kemudahan dan keuntungannya. Keuntungan dari berinvestasi P2P Lending sendiri bisa mencapai 12-16 persen per tahun. Tapi jangan lupa untuk hanya berinvestasi P2P Lending di perusahaan pinjaman online yang berlisensi dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

 

1.4  Jenis-jenis Investasi

1.      Jenis investasi berdasarkan bentuknya

Berdasarkan bentuknya, investasi dibedakan menjadi dua, meliputi:

·         Investasi aktiva riil

Investasi aktiva riil adalah investasi pada produk yang wujud fisiknya dapat dilihat secara kasat mata, misalnya investasi pada emas, tanah, properti, logam mulia, valuta asing, dan sebagainya.

·         Investasi aktiva finansial

Investasi aktiva finansial adalah bentuk investasi pada wujud yang tidak kasat mata, seperti pada surat berharga Misalnya saham, reksadana, obligasi, sukuk, deposito, dan lain lain.

 

2.      Jenis investasi berdasarkan sumber pembiayaan

Jenis investasi dari segi sumber pembiayaan modal ada dua yaitu:

·         Investasi dari modal asing

Investasi jenis ini berasal dari perusahaan asing yang menanamkan modal pada badan usaha atau lembaga yang ada di Indonesia.

·         Investasi dari dalam negeri

Investasi dari dalam negeri adalah modal investasi yang diberikan oleh pemerintah dan warga negara. Misalnya investasi pada sukuk dilakukan oleh masyarakat untuk dikelola oleh pemerintah.

 

3.      Jenis investasi berdasarkan jangka waktunya

Berikut jenis jenis investasi dan contohnya dari segi periode waktu, diantaranya:

·         Investasi jangka pendek

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang menanamkan sejumlah dana yang dikelola dan keuntungan dapat dicairkan dalam jangka waktu singkat. Biasanya jangka waktu investasi ini berlangsung selama satu tahun. Dana yang diinvestasikan akan dikelola pada sesuatu yang mudah diperjualbelikan atau dicairkan dalam waktu singkat. Sehingga investasi ini cenderung memiliki risiko lebih rendah dibandingkan dengan investasi jangka panjang. Contoh investasi jangka pendek seperti deposito, surat utang negara, Fintech peer to peer (P2P) lending, reksadana dan saham.

·         Investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang adalah jenis investasi dimana hasil keuntungan atau return dapat dinikmati setelah beberapa periode yang lama. Biasanya investasi jangka panjang berlangsung selama 3-5 tahun, tergantung jangka waktu yang telah disepakati. Risiko investasi jangka panjang memang lebih besar dibandingkan investasi jangka pendek, tetapi keuntungan investasi jangka panjang lebih besar. Contohnya seperti reksadana pasar uang, saham, obligasi, emas, properti, dan tabungan berjangka.

 

4.      Jenis investasi secara umum

Di pasaran, ada berbagai instrumen investasi yang populer digunakan oleh masyarakat. Apa saja investasi tersebut?

·         Deposito

Deposito adalah produk simpanan di bank dalam jangka waktu pendek. Lama periodenya dimulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, sampai 2 tahun. Penarikan dana hanya dapat dilakukan saat jatuh tempo. Sehingga dana tidak bisa ditarik sewaktu-waktu. Tingkat keamanan deposito terjamin karena diawasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Suku bunganya cukup tinggi jadi produk investasi ini adalah pilihan tepat.

·         Reksa dana

·         Surat utang negara (SUN)

Surat utang negara atau SUN adalah investasi jangka pendek dengan bentuk investasi berupa surat pernyataan utang yang dikeluarkan oleh negara untuk investor. Investasi ini bisa dibilang aman dan menguntungkan, pasalnya dana dikelola langsung oleh negara.

·         Fintech Peer to Peer (P2P) Lending

·         Saham

·         Obligasi

·         Sukuk

Sukuk adalah dokumen berharga yang diterbitkan oleh piutang kepada investor sebagai peminjam dana dengan akad transaksi bersifat syariah. Banyak orang mengatakan bahwa sukuk adalah bentuk syariah dari obligasi.

·         Emas

·         Properti

·         Logam mulia

 

1.5  Factor Factor yang Mempengaruhi Laju Investasi

Laju investasi yang ditanam disuatu negara atau daerah, dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

1.      Pengaruh Nilai Tukar

Secara teoritis dampak perubahan tingkat / nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti). Dalam jangka pendek, penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat. Pada sisi penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan perubahan tingkat kurs pada investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata uang domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang domestik.

2.      Pengaruh Tingkat Suku Bunga

Tingkat bunga mempunyai pengaruh yang signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Pada kegiatan produksi, pengolahan barang-barang modal atau bahan baku produksi memerlukan modal (input) lain untuk menghasilkan output / barang final.

3.      Pengaruh Tingkat Inflasi

Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif.

4.      Pengaruh Infrastruktur

Pembangunan kembali infrastruktur tampaknya menjadi satu alternatif pilihan yang dapat diambil oleh pemerintah dalam rangka menanggulangi krisis. Pembangunan infrastruktur akan menyerap banyak tenaga kerja yang selanjutnya akan berpengaruh pada meningkatnya gairah ekonomi masyarakat. Dengan infrastruktur yang memadai, efisiensi yang dicapai oleh dunia usaha akan makin besar dan investasi yang didapat semakin meningkat.

 

1.6  Sumber Sumber Dana Investasi

1.      Tabungan pemerintah yang berasal dari penerimaan rutin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikurangi dengan pengeluaran rutin APBN. Atau kebutuhan pendapatan pemerintah dari pajak dan sumber lainnya setelah pendapatan tersebut digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran rutin.

2.      Pajak

Pajak adalah sumber utama pendapatan pemerintah. Jumlah yang dikumpulkan dari masyarakat dalam bentuk pajak dihabiskan untuk menyediakan layanan utilitas publik.

3.      Pinjaman

Pinjaman juga merupakan salah satu sumber penting investasi publik, karena memfasilitasi mobilisasi uang yang tidak terpakai atau menganggur dengan publik. Orang-orang menyimpan dananya ke bank, sehingga bank memiliki dana besar yang dimobilisasi dengan memberikan pinjaman kepada publik dengan bunga.

4.      Pembiayaan defisit

Mencetak uang baru, yaitu uang kertas atau Penjualan obligasi Pemerintah untuk membiayai defisit karena kelebihan pengeluaran atas pendapatan adalah pembiayaan defisit. Ini adalah salah satu metode investasi otonom yang paling mudah, namun karena akan meningkatkan aliran uang dalam perekonomian, hal itu dapat mengakibatkan inflasi.

 

1.7  Sumber Investasi Dalam Negeri

    Penanaman Modal Dalam Negeri atau adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri. Baik perorangan maupun badan usaha bisa menjadi penanam modal dalam negeri tersebut PMDN atau yang biasa disebut dengan PT merupakan bentuk entitas bisnis terpopuler dan paling banyak digunakan untuk berbagai macam aktivitas bisnis di Indonesia Bentuk ini dianggap memiliki dasar hukum yang paling jelas dan dianggap sebagai salah satu pilihan utama untuk para investor asing yang ingin mengembangkan bisnis tertutup terhadap kepemilikan asing.

 

1.8  Sumber Investasi Luar Negeri

    Kepanjangan FDI (Penanaman Modal Asing) adalah Foreign Direct Investment, yaitu sebuah investasi atau penanaman modal yang berasal dari pihak luar negeri atau asing. Singkatnya, pengertian FDI adalah investasi asing atau penanaman modal asing. Umumnya, tujuan dilakukannya FDI adalah untuk mendapatkan lasting interest atau kepentingan abadi, dimana hubungan antara investor asing dan perusahaan terjadi secara jangka panjang, serta supaya dapat melihat pengaruh signifikan dari investor terhadap manajemen perusahaan. FDI dapat dilakukan oleh perseorangan maupun perusahaan asing dari luar negeri. FDI juga termasuk media atau alat dalam suatu sistem ekonomi global, namun dalam investasinya tidak dilakukan lewat bursa saham.

Umumnya, FDI terbagi menjadi dua jenis yaitu vertikal dan horizontal. Lebih jelasnya, kedua jenis FD adalah sebagai berikut:

·         FDI Vertikal

Jenis pertama dari FDI adalah vertikal, yaitu suatu perusahaan atau bisnis melakukan ekspansi ke negara asing namun operasionalnya masih berhubungan dengan perusahaan utama. Artinya, suatu perusahaan melakukan investasi di negara yang biasanya memiliki biaya produksi lebih rendah, kemudian hasil produksinya diproses lebih lanjut dengan membawanya kembali ke negara asal.

·         FDI Horizontal

Selanjutnya ada FDI horizontal, yaitu penanaman modal yang dilakukan dalam bentuk ekspansi bisnis ke negara-negara lain untuk memproduksi barang sejenis. Tujuan FDI jenis ini biasanya dilakukan supaya investor bisa menjangkau pasar baru di berbagai negara.

 

1.9  Ramalan Mengenai Ekonomi di Masa Depan yang Berhubungan dengan Investasi

    Pemerintah terus berupaya untuk memajukan ekonomi Indonesia. Ke depan, pemerintah pun optimis Indonesia bisa jadi negara maju dengan ekonomi terbesar di dunia. Dengan adanya perbaikan di segala aspek seperti infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM), Indonesia di ramalkan mampu mengejar ketinggalan dari negara tetangga. Berikut ramalan-ramalan mengenai ekonomi Indonesia di masa depan.

·         Jadi negara maju

·         Harapan hidup meningkat

·         Seluruh pulau jawa akan jadi perkotaan

            Pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini sedang berkembang, pada tahun 2016 ditargetkan pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi salah satunya adalah investasi. Investasi merupakan sebuah kegiatan menanam modal dalam jangka waktu cukup lama dengan harapan dapat memperoleh keuntungan di masa depan. Selain itu, investasi merupakan sebuah langkah awal untuk membangun perekonomian. Maka dari itu, dengan berinvestasi Anda dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lalu apa manfaat berinvestasi selain membangun perekonomian negara?

Manfaat dari berinvestasi sangat berdampak bagi kelangsungan hidup Anda pada masa depan. Berikut yang Anda dapatkan dari berinvestasi.

·         Membangun kehidupan masa depan

Dengan berinvestasi Anda dapat memulai merencanakan masa depan agar nantinya tetap terjamin. Mulai dari mempersiapkan biaya pendidikan, dan menjamin keluarga Anda dari segi finansial. Manfaat tersebut Anda dapatkan dengan berinvestasi jangka panjang, sehingga nantinya dapat Anda nikmati di kemudian hari.

·         Memiliki penghasilan tetap

Jika Anda berinvestasi maka Anda akan merasa terjamin karena aset investasi Anda akan menghasilkan keuntungan. Hal tersebut dikarenakan aset investasi Anda dapat menghasilkan uang sendiri sehingga keuntungannya akan terkumpul dan dapat Anda nikmati.

·         Memperkecil resiko terjerat hutang

Jika Anda ingin memperkecil resiko memiliki hutang, maka berinvestasilah dengan cara menyisihkan pendapatan setiap bulan dalam bentuk tabungan atau asuransi. Selain itu, Anda akan lebih terdorong untuk hidup lebih hemat karena harus menyisihkan pendapatan setiap bulannya.

·         Membangun kebahagiaan hidup keluarga

Dengan melakukan investasi Anda dapat membangun kebahagiaan hidup keluarga Anda. Dimana kebutuhan keluarga Anda yang harus terpenuhi di masa depan sudah dipersiapkan. Anda dan keluarga Anda dapat hidup dengan tenang tanpa perlu cemas memikirkan biaya hidup, biaya pendidikan dan sebagainya.